Workshop Seri I Pendidikan Sejarah Mengusung Tema Histo-Entrepreneurship Sebagai Salah Satu Primadona Program MBKM

Histo-Entrepreneurship merupakan upaya untuk mengoptimalkan bidang kewirausahaan yang berorientasi pada tema-tema kesejarahan. Hal ini menjadi penting agar lulusan program studi Pendidikan Sejarah tidak mati langkah dalam menghadapi tantangan global, apalagi pada era pasar bebas. Selain itu, mencermati permasalahan-permasalah yang ada dalam dunia pendidikan saat ini, maka pengelola program studi di Perguruan Tinggi,
khususnya program studi Pendidikan Sejarah, haruslah bisa menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan.

Keunggulan yang dimaksud adalah lulusan yang berkompeten dalam bidang sejarah (hard skill) dan mampu mengembangkan dalam kehidupan di masyarakat (soft skill). Kedua kemampuan inilah yang dikenal sebagai life skill. Konsep life skill yang dimaksud adalah kemampuan mengidentifikasi kebutuhan dan peluang, merancang desain, evaluasi pasar, melakukan rencana dan aksi, penjualan, evaluasi proses, penggunaan teknologi informasi dan
lain-lain. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menopang pengembangan soft skill mahasiswa dalam bidang kewirausahaan berbasis kesejarahan antara lain:
1. Mapping minat, bakat dan orientasi studi mahasiswa.
2. Bersama-sama Hima ‘menarik’ mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
3. Mengembangkan sistem penilaian kegiatan kemahasiswaan melalui penerapan Indek Kegiatan Ektrakurikuler (IKE).
4. Merupakan penilaian terhadap berbagai kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa (standar penilaian Mawapres) dan penetapan standar minimal kegiatan.
5. Mendorong mahasiswa untuk melakukan kegiatan berorientasi prestasi baik skala nasional maupun internasional. Kegiatan tersebut misalkan PKM baik pada tataran Fakultas, Universitas dan Nasional.

Melalui pendekatan Histo-Entrepreneurship diharapkan dapat melahirkan Histo-Preneur yang handal. Histo-preneur merupakan gabungan dari kata history dan entrepreneur. History adalah sebuah ilmu tentang masa lampau yang bermanfaat bagi manusia. Seorang histopreneur melakukan komersialisasi yang positif (positive commercialization) dari hasil-hasil kajian kesejarahan. Jadi, seorang histopreneur adalah seorang dengan jiwa dan
semangat entrepreneur yang mampu menghadirkan produk-produk hasil kajian kesejarahan yang bisa diterima oleh masyarakat.

Melalui workshop ini, mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai kategorisasi peluang usaha berbasis pendidikan sejarah dan meningkatkan soft skill kewirausahaannya. Hal ini dapat mempermudah mahasiswa ketika lulus untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja dengan segala macam tantangan dan perkembangan zaman, baik dalam bidang pendidikan ataupun bidang lainnya yang relevan dengan kecakapan kewirausahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *